Guncangan M 6,7 Sesar Sausu Hantam Palu: Kompleks MAN Insan Cendekia Rusak, Puluhan Rumah Dinas Pendidik Tak Lagi Layak Huni
Admin Humas
19 Juni 2026 43 x Info Madrasah
(Palu, Humas) Kepanikan kembali
menyelimuti warga Kota Palu dan sekitarnya ketika tanah yang mereka pijak
mendadak berguncang hebat. Tepat pada Selasa (16/6/2026) pukul 11:27:44 WITA
(10:27:44 WIB), sebuah guncangan tektonik kuat bermagnitudo 6,7 menghentak
kawasan tersebut. Pusat gempa terdeteksi berada di darat pada koordinat 1.04 LS
dan 120.23 BT—tepatnya di sebelah tenggara Kota Palu—dengan kedalaman dangkal
sejauh 10 km. Hasil analisis pemicu menunjukkan bahwa bencana ini timbul akibat
pergerakan aktif Sesar Sausu yang memiliki mekanisme pergerakan turun (normal
fault).
Getaran yang merambat cepat
tersebut meninggalkan jejak kerusakan yang cukup masif di berbagai penjuru
kota. Salah satu titik yang terdampak paling parah berada di wilayah Kecamatan
Palu Utara, khususnya di kompleks kampus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan
Cendekia Kota Palu. Sekolah unggulan yang biasa dipenuhi keriuhan aktivitas
akademik tersebut kini harus berhadapan dengan retakan dinding dan puing-puing
bangunan.
Dampak gempa bumi dangkal ini melumpuhkan sejumlah elemen penting di lingkungan sekolah. Kerusakan fisik dengan intensitas bervariasi—mulai dari tingkat ringan hingga berat—tercatat menimpa bangunan-bangunan vital yang menjadi pusat kegiatan para siswa dan tenaga pengajar:
Auditorium Ainun Habibi: Bangunan serbaguna yang kerap menjadi tempat acara besar madrasah mengalami keretakan pada beberapa bagian dinding dan lantai.
Kompleks Perumahan Dinas Guru: Area pemukiman internal guru dan tenaga kependidikan mengalami dampak paling nyata pada komponen fisik bangunan
Sektor perumahan di dalam area
MAN Insan Cendekia Kota Palu menjadi salah satu area terdampak paling serius.
Dari total 5 blok perumahan (Blok A, B, C, D, dan E) yang terdiri dari 46 unit
rumah, sekitar 20 unit rumah dinas dilaporkan rusak parah hingga ringan.
Kerusakan parah mendominasi unit-unit yang berlokasi di Blok A, Blok B, Blok D,
serta Blok E.
Kerusakan komponen bangunan fisik
terjadi secara merata pada elemen interior maupun eksterior, meliputi dinding
retak hingga terbelah, plafond runtuh, serta lantai yang terangkat. Kondisi ini
membuat sekitar dua puluh unit rumah dinas tersebut dikategorikan sudah tidak
layak untuk dihuni kembali demi keselamatan para penghuninya.
Kerusakan fisik pada gedung
kegiatan siswa, asrama, dan rumah dinas pendidik ini menjadi ancaman serius
bagi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar di MAN Insan Cendekia Kota Palu.
Tanpa penanganan darurat dan perbaikan struktur yang cepat, proses pendidikan
di madrasah tersebut terancam lumpuh total.







