Guncangan M 6,7 Sesar Sausu Hantam Palu: Kompleks MAN Insan Cendekia Rusak, Puluhan Rumah Dinas Pendidik Tak Lagi Layak Huni


(Palu, Humas) Kepanikan kembali menyelimuti warga Kota Palu dan sekitarnya ketika tanah yang mereka pijak mendadak berguncang hebat. Tepat pada Selasa (16/6/2026) pukul 11:27:44 WITA (10:27:44 WIB), sebuah guncangan tektonik kuat bermagnitudo 6,7 menghentak kawasan tersebut. Pusat gempa terdeteksi berada di darat pada koordinat 1.04 LS dan 120.23 BT—tepatnya di sebelah tenggara Kota Palu—dengan kedalaman dangkal sejauh 10 km. Hasil analisis pemicu menunjukkan bahwa bencana ini timbul akibat pergerakan aktif Sesar Sausu yang memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Getaran yang merambat cepat tersebut meninggalkan jejak kerusakan yang cukup masif di berbagai penjuru kota. Salah satu titik yang terdampak paling parah berada di wilayah Kecamatan Palu Utara, khususnya di kompleks kampus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Palu. Sekolah unggulan yang biasa dipenuhi keriuhan aktivitas akademik tersebut kini harus berhadapan dengan retakan dinding dan puing-puing bangunan.

Dampak gempa bumi dangkal ini melumpuhkan sejumlah elemen penting di lingkungan sekolah. Kerusakan fisik dengan intensitas bervariasi—mulai dari tingkat ringan hingga berat—tercatat menimpa bangunan-bangunan vital yang menjadi pusat kegiatan para siswa dan tenaga pengajar:


Auditorium Ainun Habibi: Bangunan serbaguna yang kerap menjadi tempat acara besar madrasah mengalami keretakan pada beberapa bagian dinding dan lantai.



Kompleks Perumahan Dinas Guru: Area pemukiman internal guru dan tenaga kependidikan mengalami dampak paling nyata pada komponen fisik bangunan



Sektor perumahan di dalam area MAN Insan Cendekia Kota Palu menjadi salah satu area terdampak paling serius. Dari total 5 blok perumahan (Blok A, B, C, D, dan E) yang terdiri dari 46 unit rumah, sekitar 20 unit rumah dinas dilaporkan rusak parah hingga ringan. Kerusakan parah mendominasi unit-unit yang berlokasi di Blok A, Blok B, Blok D, serta Blok E.

Kerusakan komponen bangunan fisik terjadi secara merata pada elemen interior maupun eksterior, meliputi dinding retak hingga terbelah, plafond runtuh, serta lantai yang terangkat. Kondisi ini membuat sekitar dua puluh unit rumah dinas tersebut dikategorikan sudah tidak layak untuk dihuni kembali demi keselamatan para penghuninya.

Kerusakan fisik pada gedung kegiatan siswa, asrama, dan rumah dinas pendidik ini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar di MAN Insan Cendekia Kota Palu. Tanpa penanganan darurat dan perbaikan struktur yang cepat, proses pendidikan di madrasah tersebut terancam lumpuh total.

Siswa MadrasahAliyah

Berita Terpopuler

Kolom Komentar


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *